Pencuciandan perendaman beras ketan; pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan kotoran yang terikut padabahan baku sedangkan perendaman berperan dalam hidrasi molekul pati untuk memudahkan proses gelatinisasi; Perendaman dapat menyebabkan hidrasi pada granula pati sehingga pati dapat tergelatinisasi dengan baik jika dipanaskan, jumlah air yang Desinfeksimerupakan proses untuk merusak organisme yang bersifat patogen, namun tidak dapat mengeliminasi dalam bentuk spora (Tille, 2017). 2.3 Jenis Sterilisasi dan Fungsinya. Sterilisasi dapat dilakukan baik dengan metode fisika maupun kimia (Tille, 2017). a. Sterilisasi dengan metode fisika dapat dilakukan dengan cara: 1). Pemanasan. A Pencucianuang seringkali dikenal dengan money laundering dilakukan oleh pejabat pemerintah pemegang kekuasaan untuk memutar kembali duit yang tidak sah setelah mendapatkan hasil yang bukan miliknya. Dalam bahasa Indonesia, money laundering diterjemahkan dengan istilah "pencucian uang" atau "pemutihan uang". Uang yang "dicuci" dalam istilah pencucian uang adalah uang yang berasal Alurdari pembuatan biodesel tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini: Penjelasan untuk tiap proses pembuatan biodesel dari minyak kelapa sawit adalah sebagai berikut: Transesterifikasi. Proses transesterifikasi meliputi dua tahap. Transesterifikasi I yaitu pencampuran antara kalium hidroksida (KOH) dan metanol (CH30H) dengan minyak sawit. TahapPencucian ( Washing ) Proses pencucian dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu sebagai berikut. a. Laundry Proses laundry pakaian yang akan dicuci selalu menggunakan air, sehingga tahapan pencucian yang dilakukan sebagai berikut. 1) Pre-washing, bertujuan untuk melunakkan kotoran atau noda yang melekat. Prosesini menghasilkan dua produk yaitu metil esters (biodiesel) dan gliserin (pada umumnya digunakan untuk pembuatan sabun dan lain produk). Cara untuk memisahkan biodiesel dari campurannya dapat dilakukan dengan proses centrifuge, proses ini dapat dilakukan dengan cepat dan continue di bandingkan dengan proses pengendapan (settling). Bahanbahan serat hewan dapat diolah dengan berbagai cara dan dilakukan dengan beberapa tahap pengolahan, seperti: pencukuran, pembersihan dengan cara pencucian, pengeringan, dan kemudian dipintal. Hasil dari pemintalan diperoleh benang yang dapat dijadikan sejumlah produk yang bernilai jual tinggi. Perlakuanini dilakukan dengan masing-masing adsorben dengan pencucian akuades, aktivasi kimia, maupun tanpa aktivasi. penentuan kapasitas adsorpsi Mn dilakukan dengan cara yang sama menggunakan larutan Mn dengan konsentrasi 5,0; 6,0; 7,0; 8,0; dan 9,0 mg/L. III. HASIL DAN DISKUSI A. Proses Aktivasi Adsorben Patimerupakan salah satu bentuk karbohidrat yang jumlahnya cukup banyak dalam suatu bahan pangan. Pati diperoleh dengan cara ekstraksi dalam air, diikuti dengan proses penyaringan, pengendapan, pencucian, dan pengeringan. Secara fisik, pati dapat dibedakan dari tepung, antara lain pati lebih putih dan lebih halus. Sebagai bahan pangan, pati merupakan sumber energi, yang menghasilkan energi 4 Produksibiodiesel dapat dilakukan melalui reaksi transesterifikasi minyak atau asam lemak dengan alkohol (metanol/etanol) dan beberapa katalis. Pembuatan biodiesel dari minyak dedak dengan menggunakan metanol ini digunakan metode esterifikasi dan transesterifikasi. Pembuatan biodiesel dari minyak jelantah melalui proses transesterifikasi Prosesekstraksi Uranium juga dapat dilakukan secara in situ, yakni dengan memompakan larutan pencuci ke dalam tanah yang mengandung bijih Uranium seperti pada Gambar. Pada gambar tersebut tampak larutan pencuci dipompakan ke dalam zona lapisan bijih yang mengandung Uranium. Larutan hasil pencucian dapat dipompa kembali untuk proses lebih lanjut. Keuntunganproses cuci darah dengan metode ini adalah bisa dilakukan di rumah, kapan saja, dan biasanya dilakukan saat penderita gagal ginjal sedang tidur. Namun, metode ini harus dilakukan 4 kali sehari dan memakan waktu sekitar 30 menit. Efek samping yang dapat timbul berupa peritonitis, perut terasa penuh ketika cuci darah berlangsung Prosespenggaraman dilakukan sebelum ikan diasapi, penggaraman dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara penggaraman kecil ( dry salting) dan penggaraman basah atau larutan (brine salting). Penggaraman menyebabkan daging ikan menjadi lebih kompak, karena garam menarik air dan menggumpalkan protein dalam daging ikan. PencucianPencucian secara manual dilakukan pada buah kopi dari bak fementasi yang dialirkan dengan air melalui saluran dalam bak pencucian yang segera diaduk. 5. Pengeringan Pengeringan pendahuluan kopi parchment basah, kadar air berkurang dari 60 % menjadi 53 %. Untukmemperoleh hasil yang baik dilakukan pencucian secara bertingkat sebanyak 5-6 kali ( dapat di gunakan 5-6 bak - bak tembok semen yang ukurannya bervariasi tergantung pada kapasitas produksi garam ). Pencucian garam dapat dilakukan pula dengan menggunakan peralatan mekanis seperti STATIC DRAINER, SCREW CONVEYOR atau MIXING CHAMBER. iFLyr. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Hai, Saya Icen. Mahasiswi D4 Perhotelan 2019 Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti DKI Jakarta. Saya Merupakan Penerima Penghargaan Beasiswa Unggulan Kementrian Pendidikan. Saya harap dapat membagikan sesuatu yang sangat bermanfaat. bahasan 1. Macam dan fungsi Solvent. 2. Macam dan fungsi peralatan dry cleaning. 3. Obat-obatan yang digunakan pada proses dry Prosedur pencucian dry cleaning. A. MACAM DAN FUNGSI SOLVENT Untuk dry cleaning process maka main deterjen/media utamanya adalah SOLVENT, dan jenis Solvent yang digunakan pada dry cleaning proses adalah ;1. . Stodart Solvent, memiliki ciri- ciri mudah terbakar dan berbau Pertoleum Solvent, memiliki ciri-ciri mudah terbakar dan berbau Tri chloro Ethylene Solvent, memiliki ciri-ciri mudah terbakar dan tidak Per Thloro Ethylene Solvent, miliki ciri-ciri tidak mudah terbakar dan tidak MACAM DAN FUNGSI PERALATAN DRY CLEANING Proses terdiri dari Wool Press ini digunakan untuk melicinkan dari bahan-bahan yang lebih halus dari cotton, misalnya yang terbuat dari Wool, silk, sintetis dan lain lain. Mesin ini dibantu vacum yang sangat membantu di dalam mencapai hasil yang baik. Head dan buck/bantalannya dapat mengeluarkan steam ;Mush room dry cleaning press, Digunakan untuk melicinkan bagian atas dari bermacam-macam dry cleaning press, Digunakan untuk melicinkan bagian bawah dari bermacam-macam finisher/finishing from, Digunakan untuk membentuk frompakaian dengan bagus dan baik, Contoh jas, dress, blouse, t-shirt. Dilengkapi dengan pengaturan ukuransmall,medium,large u tuk bagian atas, tengah dan Iron, Mesin pelicin yang di jalankan dengan tangan, kegunaan nya sama dengan Hand Ironing yang di gunakan dilaundry, hanya panas yang dipakai dari steam/ Topper, Mesin yang khusus untuk melicinkan celana bagian atas, dimana cara kerjanya seperti From OBAT - OBATAN YANG DIGUNAKAN PADA PROSES DRY CLEANING 1 2 Lihat Ruang Kelas Selengkapnya 147 traditional, setengah moderen atau moderen, misalnya dengan mesin cuci. Sarana pencucian yang paling sederhana adalah bak perendam dan bak pembilasan dengan air sekali pakai. b. Dilaksanakannya teknis pencucian, selengkap apapun sarana pencucian yang ada, tanpa dilaksanakan teknis pencucian yang baik, tidak dapat memberikan hasil yang baik. c. Mengetahui dan mengerti maksud pencucian. Prinsip ini perlu diketahui dengan benar sehingga apa yang dikerjakan selama pencucian dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab untuk mendapatkan hasil yang baik. Sarana pencucian yang terpenting dapat dikelompokan dalam perangkat keras hardware dan perangkat lunak software. Perangkat keras terdiri dari sarana fisik dan permanen yang digunakan berulang – ulang, sedangkan pe- rangkat lunak yaitu bahan yang habis dipakai dalam proses pencucian. 1. Perangkat keras, berupa sarana yang dipakai berulang, sedikit- nya ketersediaan tiga bagian penting yaitu a. bagian untuk persiapan, b. bagian untuk pencucian, yang terdiri dari beberapa bagian yaitu bagian pencucian, bagian pembersihan, dan bagian desinfeksi c. bagian pengeringan atau penirisan Sarana pencucian yang terpenting yaitu tersedianya tempat untuk pencucian sebaimana tersebut diatas dengan berupa bak – bak yang terpisah, yang dapat terbuat dari plastik, porselin, atau logam stinless stell . Bak tersebut harus dijaga kebersihannya, dan terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak atau terlarut di dalam cairan pencucian, pembersih maupun desinfeksi. 2. Perangkat Lunak. Pada umumnya bersifat habis dipakai seperti air bersih, zat pembersih, bahan penggosok, desinfektan 3. Model-model penempatan bak pencuci Penempatan bak tersebut dapat digambarkan dengan beberapa pola sesuai dengan lingkungan yang tersedia yaitu pola lurus, pola siku, pola berputar atau pola T. d. Teknik Pencucian. Teknik pencucian yang benar akan memberikan hasil akhir pencucian yang sehat dan aman. Maka untuk itu perlu di ikuti tahap-tahap pencucian sebagai berikut 1. Scraping Memisahkan segala kotoran dan sisa makanan yang terdapat pada peralatan yang akan dicuci seperti cetakan, mixer, peralatan mengadon dan lain-lain. 2. Flushing dan soaking Mengguyur air diatas peralatan yang akan dicuci sehingga bersih dari noda sisa seluruh permukaan peralatan. Perendaman soaking Di unduh dari 148 dimaksudkan untuk memberi kesempatan peresapan air kedalam sisa makanan yang menempel atau mengeras, sehingga menjadi mudah untuk dibersihkan atau terlepas dari permukaan alat. Waktu peren- daman tergantung dari kondisi peralatan. Penggunaan perendam de- ngan air panas 60 o C akan lebih cepat dari pada air dingin. Minimal waktu perendaman adalah 30 menit – 1 jam. Penggunaan air panas sangat membantu melunturkan lemak yang menempel pada peralatan. 3. Washing Mencuci peralatan dengan cara menggosok dan melarutkan sisa makanan dengan zat pencuci seperti detergen cair atau bubuk, yang mudah larut dalam air sehingga sedikit kemungkinan membekas pada alat yang dicuci. Pada tahap ini dapat digunakan sabut, kapas, atau zat penghilang bau. Penggunaan sabun biasa sebaiknya harus dihindari, karena sa- bun biasa tidak dapat melarutkan lemak, akibatnya pembersihan lemak tidak sempurna dan kemungkinan bau. Sabun biasa agak sulit larut dalam air dan bila menempel diperalatan akan menimbulkan bekas no- da bila peralatan sudah kering. Pada tahap penggosokan perlu diperhatikan bagian – bagian peralatan, yang perlu diperhatikan lebih cermat yaitu a bagian – bagian peralatan yang terkena makanan permukaan tempat makanan b bagian – bagian peralatan yang kontak dengan tubuh bibir gelas, ujung, unjung sendok c bagian – bagian yang tidak rata bergerigi, berukir atau berpori- pori. 4. Rinsing Mencuci peralatan yang telah digosok detergent sampai bersih dengan cara dibilas dengan air bersih. Pada tahap ini penggunaan air harus banyak, mengalir dan selalu bertukar. Setiap alat yang dibersih- kan dibilas dengan cara menggosok – gosok dengan tangan atau sam- pai terasa kesat tidak licin. Pembilasan sebaiknya dilakukan dengan air bertekanan yang cukup sehigga dapat melarutkan kotoran atau sisa bahan pencuci. Tekanan air yang digunakan dianjurkan dengan tekan- an 15 psi pound persquare inches atau tekanan air yang digunakan sama dengan 1,2 kgcm2. kalau menggunakan tekanan grafitasi air sama dengan menara tower setinggi kurang lebih 10 m. 5. Sanitizing disinfection Tindakan sanitasi untuk membebashamakan peralatan setelah proses pencucian. Peralatan yang selesai dicuci perlu dijamin aman da- ri mikroba dengan cara sanitasi atau dikenal dengan desinfeksi. Metode sanitasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan Di unduh dari 149 i. Suhu tinggi penggunaan air panas dan penguapan ii. Kimia halogen atau oksidasi klorin, yodium dan surfactant atau non oksidasi Prinsip menggunakan air panas i. membunuh semua mikroorganisma vegetatif, ii. tanpa residu kimia iii. tidak bersifat korosif iv. mudah mencapai area yang sulit Panas sedang, yaitu 74-90°C, biasa digunakan dalam industri pangan dan katering sebagai metode sanitasi. Alat-alat dan perlengkapan masak yang kecil dapat dimasukkan ke dalam tangki air panas. Perendaman yang baik adalah 80°C selama 2 menit. Air pada suhu ini dapat menyebabkan luka bakar, maka gunakan keranjang, rak, atau alat lain. Alat penguapan umumnya digunakan dalam industri. Alat ini sangat efektif, tetapi berbahaya bagi personel yang tidak ahli menggunakannya; alat ini juga dapat merusak lantai beton, minyak pelumas dan komponen peralatan lainnya apabila tidak digunakan secara benar. Cara desinfeksi yang umum dilakukan ada beberapa macam yaitu i. Rendam air panas 100 C selama 2 menit. ii. Larutkan chlor aktif 50 ppm iii. Udara panas oven iv. Sinar ultra violet sinar pagi atau peralatan elektrik yang menghasilkan sinar ultra violet. v. Uap panas steam yang biasanya terdapat pada mesin cuci piring dishwashing machine. 6. Toweling Mengeringkan dengan menggunakan kain atau handuk towel dengan maksud menghilangkan sisa-sisa kotoran yang mungkin masih menempel sebagai akibat proses pencucian seperti noda detergent, noda chlor dsb. Sebenarnya kalau proses pencucian berlangsung de- ngan baik, maka noda-noda itu tidak boleh terjadi. Noda bisa terjadi pada mesin pencuci, yang sistem desinfeksinya sudah kurang tepat. Langkah pengeringan ini seringkali terlupakan. Industri penge- ringan telah mempelajari bahwa Listeria dapat tumbuh sangat baik pada kondisi basah. Patut dicatat bahwa pengeringan udara vakum sangat disarankan, karena pakaian kotor akan mencemarkan kembali peralatan, alat-alat dan pemukaan kerja. Prinsip penggunaan lap pada alat yang sudah dicuci bersih sebenarnya tidak boleh karena akan terjadi pencemaran sekunder recomentaminasi. Toweling ini dapat digunakan dengan syarat bahwa towel yang digunakan harus steril serta sering diganti untuk sejumlah penggunaan. Yang paling baik adalah sekali pakai single use. Towel Di unduh dari 150 yang sudah digunakan dicuci dan disterilkan dengan outctov sehingga benar-benar steril setiap akan digunakan. Dalam pembersihan peralatan yang menggunakan tindakan sanitasi kering sinar atau oven, penggunaan towel sebaiknya tidak digunakan. d. Maksud Pencucian. Maksud dari mencuci peralatan makanan dan masak dengan menggunakan sarana dan teknis pencucian dapat diuraikan sebagai berikut Untuk menghilangkan kotoran-kotoran kasar, dilakukan dengan a Scraping atau pemisahan kotoran sebelum dicuci, agar proses mencuci lebih mudah, kotoran kasar tidak menyumbat saluran pembuangan limbah dari bak pencuci. b Pemakaian sabut, tapas atau abu gosok, agar kotoran keras yang menempel dapat dilepaskan dari peralatan. c Penggunaan air bertekanan tinggal 15 psi dimaksud agar dengan tekanan air yangn kuat dapat membantu melepaskan kotoran yanng melekat. Gambar Mencuci peralatan Untuk menghilangkan lemak dan minyak, dilakukan dengan cara a Direndam dalam air panas 60 sampai larut dan segera dicuci, jangan sampai dibiarkan kembali dingin, karena lemak akan kembali membeku. Gambar Mencuci dengan menggunakan air panas Di unduh dari 151 b Direndam dalam larutan detergent lemon shop dan bukan sabun, karena sabun tidak melarutkan lemak. Untuk menghilangkan bau amis dilakukan dengan cara a Melarutkan dengan air perasan jeruk nipis lemon, dalam larutan pencuci asam jeruk melarutkan lemak b Menggunakan abu gosok, arang atau kapur yang mempunyai daya doedorant anti bau c Menggunakan detergent yang baik lemak yang larut akan melarutkan bau amisbau ikan. Menggunakan tindakan sanitasidesinfeksi untuk membebaskan hama atau kuman dengan cara- cara berikut a Direndam dalam air panas dengan suhu 80 o C selama 2 menit dan 100 C selam 1 menit. b Direndam dalam air mengandung chlor 50 ppm selama 2 menit atau air yang dibubuhi kaporit 2 sendok makan dalam 100 liter air c Ditempatkan pada sinar matahari sampai kering d Ditempatkan pada oven penyimpanan piring Pengeringan peralatan yang telah selesai dicuci, dapat dilakukan dengan menggunakan a Handuk khusus yang bersih dan tidak menimbulkan pengotoran ulang b Lap bersih sekali pakai yang tidak menimbulkan bekasnya c Ditiriskan sampai kering dengan sendirinya Setelah peralatan yang telah dibersihkan benar-benar kering maka peralatan tersebut harus disimpan pada tempatnya supaya alat tadi tetap steril. Gambar Menyimpan peralatan Di unduh dari 152 2. Menguji dan Menilai Kebersihan

proses pencucian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu