Videoitu viral setelah diunggah di akun Facebook bernama Vendy Pradana dengan judul “Alun-Alun Bondowoso”, Minggu (3/1/2021). Perilaku tak pantas yang dilakukan seorang pemuda itu diduga di taman Alun-Alun Raden Bagus Asra Bondowoso saat malam hari karena suasana dalam kondisi sepi. Dia bertelanjang bulat sambil melompat dan berenang.
Menindaklanjuti instruksi Pemerintah Pusat tentang larangan berkumpul di tempat umum, kami akan menutup atau sterilisasi Alun-Alun Kota Batu pada malam Tahun Baru," ujar Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Rabu (16/12/2020).. PKL yang berada di Alun-alun Kota Batu rencananya juga akan dipindahkan ke tempat khusus.. Sterilisasi ini sebagai langkah dan
KotaBatu (tribratanews.jatim.polrigo.id) - Untuk membangun sinergitas dan integritas dengan tokoh masyarakat serta seluruh elemen
KBRN Bondowoso : Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bondowoso memberikan bantuan sembako kepada puluhan pekerja kaki lima (PKL) di alun-alun Ki Bagus Asra Bondowoso. Kepala Satpol PP, Slamet Yantoko menerangkan, penerima yang berjumlah 35 orang itu, merupakan PKL yang
PenambahanArena Bermain Anak Di Alun - Alun Kabupaten Trenggalek. Alun – Alun Kabupaten Trenggalek selalu dipadati pengunjung. Terlebih saat weekend dan menjelang malam atau sore hari. Baca Juga: MASA LIBURAN TELAH USAI, PENGUNJUNG PANTAI BLADO MALAH MEMBLUDAK KREASI MESIN SABLON BERBAHAN LIMBAH BESI
SOLOPOSCOM - Sejumlah pengunjung Alun-alun Giri Krida Bakti membeli dagangan yang dijual pedagang di area sekitar alun-alun, Rabu (3/8/2022) malam. Pada Sabtu (13/8/2022), lapak mereka pedagang tersebut bakal direlokasi di Jl. Ir Soekarno. Prakiraan cuaca Kota Solo menurut BMKG pada hari ini, Kamis (4/8/2022), tidak ada hujan sepanjang
Usairenovasi, Alun-Alun Purworejo memiliki fasilitas yang fungsional bagi pengunjung seperti taman bermain dan alat kebugaran. Selain itu, warung-warung makan yang sebelumnya menempati area pejalan kaki alun-alun saat malam hari, direlokasi ke sebuah area kuliner bernama 'Romansa Kuliner Purworejo' yang terletak di sebelah selatan alun-alun.
Soloposcom, SOLO — Memeriahkan Syawalan, Alun-alun Kidul Keraton Solo kembali menjadi tempat digelarnya bazar dengan konsep pasar malam. Promosi Ikut JKN, BPJS Kesehatan Boyolali: Banyak Manfaat Bagi Perusahaan Patuh. Berbagai wahana permainan mulai dirangkai untuk memeriahkan Gebyar Bazaar & Pasar Rakyat UMKM Soloraya, Jumat
Suasana3 Alun – Alun Malang di Malam Hari Yang Harus Dikunjungi. TANGSEL, Spot19 – Malang adalah kota yang mendapat julukan Kota Apel dan dikenal memiliki beragam destinasi wisata yang indah, menarik, dan unik. Jadi tidak heran jika Kota Malang menjadi pilihan utama salah satu destinasi wisata dalam negeri yang wajib disambangi.
PaketWisata Bondowoso ke Jogja ⏩ Promo Paket Wisata dari Bondowoso ke Jogja 2 Hari 1 Malam ⏩ Juli 2022 Agen Travel Professional. Loncat ke konten. MENU Hubungi Kami; Kawasan Wisata Rekreasi Alun-alun Bondowoso; Kawasan Wisata Ziarah Makam Ki Ronggo di Kecamatan Tegalampel;
Suasanasepi terjadi di seputar alun-alun kironggo bondowoso pada pukul 02.00 a.m nampak sunyi di area alun- alun kota bondowoso#mutiarahati2021
Ketikaakhir pekan serta malam menjelang hari libur, area taman ini cukup dipadati oleh anak-anak muda atau komunitas yang suka nongkrong maupun sekedar berkumpul. Tugu Sejarah Alun-alun ini termasuk ke dalam lingkup Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi dan alamat tepatnya di Marga Jaya.
Alunalun kota dinilai kerap memicu kerumunan apalagi saat malam maupun hari minggu. Kabag Ops Polres Bondowoso AKP Agustinus Robby Hartanto menerangkan, hal itu dilakukan menyusul adanya peningkatan drastis kasus warga yang terkonfirnasi Covid-19 dalam sepekan terakhir. Alun-alun ditutup mulai senin hingga jumat mulai pukul WIB.
Lampualun-alun nantinya juga bakal dipadamkan. Sehingga alun-alun benar-benar steril dari keramaian. Alun-alun Kebumen esok hari akan digunakan untuk salat Idul Fitri, sehingga dibersihkan dari awal,” tambahnya. Baca juga. Zona Oranye, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Larang Takbir Keliling. Warga Bondowoso dan Situbondo Dilarang Takbir Keliling
BEKASI Sabtu, (16/4/2022). Untuk menyambut musim mudik Lebaran 1443 Hijriah, agar kesehatan tubuh aman dari ancaman Covid-19, vaksinasi terus di kebut di Kota Bekasi dengan mengelar gebyar vaksinasi Booster Presisi Ramadan di Alun-Alun M. Hasibuan pada hari Sabtu, 16 April 2022, mulai pukul 08.00 WIB. “Meskipun kegiatan
qnoVU. BONDOWOSO, – Rintik air langit turun bersamaan, Sabtu 11/9/2021 sore. Sebelum adzan Ashar bergema. Tidak begitu deras tapi butiran air itu jatuh menghujam bumi hingga lepas Maghrib. Marta tegap duduk sembari menghibur Dony. Keduanya adalah Pedagang Kaki Lima PKL di alun-alun Ki Ronggo, Kabupaten Bondowoso. “Gak bisa pulang ini, Don. Bukannya reda, malah makin deras. Hujan deras pertama di musim kemarau ini,” tutur Marta, penjual aneka minuman hangat dan Surma ini. Warga Desa Sukowiryo, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso ini sejak pukul WIB membuka lapaknya di sisi barat alun-alun. “Biasanya pulang ba’da Maghrib. Tapi Ashar masih hujan begini, sebentar lagi tutup. Siapa yang mau beli habis hujan deras? Lebih baik pulang,” tutur pemilik Angkringan Bunda tersebut. Pada kondisi normal, ia bisa meraup pendapatan kotor Rp 500 ribu per hari. Jika sepi, maksimal Rp 200 ribu per hari. “Biasanya malam Minggu banyak yang datang. Tapi, namanya rezeki tidak ada yang tahu. Tiba-tiba hujan deras. Ya harus diterima ikhlas. Kalau sudah biasa, gak kaget. Bagi yang gak biasa, mungkin lesu,” terang mantan pekerja di PLTU Paiton Probolinggo ini melempar senyum ringan. Bola mata Marta melirik ke kanan. Memang ada barisan pemotor dengan gerobak di belakangnya. Mereka duduk termenung. Ada yang mewarnainya dengan menelpon dan video call. Ada juga yang hanya memandangi langit penuh harap. Produk yang dibawa bervariasi. Telur gulung, cilok, tanglor, bakso, cimol dan lainnya. “Ah, nekatlah. Saya pulang saja,” sergah Dony, pedagang bakwan di samping Marta. Di dalam etalase mini di atas gerobak yang dibawa, masih tersisa separo bakwan yang belum terjual. “Mungkin di perjalanan pulang ada rezeki. Daripada menunggu di sini,” ucapnya optimis. Berkah justru didapat oleh pedagang mie ayam yang berada dalam naungan sebuah bangunan. “Mie ayam satu dan jeruk hangat satu, Bu,” pesan seorang pemotor usai memarkir motornya di tepi jalan itu. Di dalam ruangan itu, sudah ada beberapa muda-mudi yang duduk bersama. Menikmati mie ayam dan minuman hangat sembari memandangi langit yang terus menangis’ hingga petang. Deni.
BONDOWOSO, – Hari pertama puasa, sejumlah petugas gabungan di Bondowoso langsung tancap gas untuk operasi yustisi. Fokusnya yaitu pemuda-pemudi yang tidak memakai masker di Alun-Alun Bondowoso, kemarin 3/4. Baca Juga  Larang Pemakaian Ponsel, Sistem Pendidikan Tetap Salaf Operasi dilakukan untuk memberikan peringatan kepada sejumlah pemuda yang tidak memakai masker. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pada hari pertama buka puasa tersebut, Alun-Alun Bondowoso menjadi sasaran para pemuda untuk menghabiskan waktu malamnya setelah berbuka puasa. Tidak sedikit mereka yang melepas masker. Anggota Koramil Pujer, Serda Syahpudin mengatakan, operasi tersebut dilakukan setiap malam. “Tapi tempatnya berbeda-beda,” terangnya. Selain itu, operasi tersebut dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menjaga diri dari virus Covid-19 yang masih belum punah di Bondowoso. Operasi yang dilakukan setiap malam itu juga dilakukan anggota Polres Bondowoso, TNI, dan satpol PP. “Biasanya lengkap sama BPBD dan tim kesehatan. Tapi, kalau malam tidak hadir. Mungkin ada halangan,” terangnya. Pendisiplinan pemakaian masker tersebut tidak hanya pada pembeli yang nongkrong. Tetapi juga dilakukan pemeriksaan pada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Alun-Alun Bondowoso. Terdapat sejumlah pemuda yang saat itu diinterogasi oleh petugas operasi gabungan tersebut. Di antaranya Ubaydillah, warga asal Desa Pekalangan, Kecamatan Tenggarang. Dirinya mengaku, saat berangkat lupa untuk membawa masker. “Lupa bawa masker,” ucapnya. mg5/c2/dwi BONDOWOSO, – Hari pertama puasa, sejumlah petugas gabungan di Bondowoso langsung tancap gas untuk operasi yustisi. Fokusnya yaitu pemuda-pemudi yang tidak memakai masker di Alun-Alun Bondowoso, kemarin 3/4. Baca Juga  Larang Pemakaian Ponsel, Sistem Pendidikan Tetap Salaf Operasi dilakukan untuk memberikan peringatan kepada sejumlah pemuda yang tidak memakai masker. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pada hari pertama buka puasa tersebut, Alun-Alun Bondowoso menjadi sasaran para pemuda untuk menghabiskan waktu malamnya setelah berbuka puasa. Tidak sedikit mereka yang melepas masker. Anggota Koramil Pujer, Serda Syahpudin mengatakan, operasi tersebut dilakukan setiap malam. “Tapi tempatnya berbeda-beda,” terangnya. Selain itu, operasi tersebut dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menjaga diri dari virus Covid-19 yang masih belum punah di Bondowoso. Operasi yang dilakukan setiap malam itu juga dilakukan anggota Polres Bondowoso, TNI, dan satpol PP. “Biasanya lengkap sama BPBD dan tim kesehatan. Tapi, kalau malam tidak hadir. Mungkin ada halangan,” terangnya. Pendisiplinan pemakaian masker tersebut tidak hanya pada pembeli yang nongkrong. Tetapi juga dilakukan pemeriksaan pada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Alun-Alun Bondowoso. Terdapat sejumlah pemuda yang saat itu diinterogasi oleh petugas operasi gabungan tersebut. Di antaranya Ubaydillah, warga asal Desa Pekalangan, Kecamatan Tenggarang. Dirinya mengaku, saat berangkat lupa untuk membawa masker. “Lupa bawa masker,” ucapnya. mg5/c2/dwi BONDOWOSO, – Hari pertama puasa, sejumlah petugas gabungan di Bondowoso langsung tancap gas untuk operasi yustisi. Fokusnya yaitu pemuda-pemudi yang tidak memakai masker di Alun-Alun Bondowoso, kemarin 3/4. Baca Juga  Larang Pemakaian Ponsel, Sistem Pendidikan Tetap Salaf Operasi dilakukan untuk memberikan peringatan kepada sejumlah pemuda yang tidak memakai masker. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pada hari pertama buka puasa tersebut, Alun-Alun Bondowoso menjadi sasaran para pemuda untuk menghabiskan waktu malamnya setelah berbuka puasa. Tidak sedikit mereka yang melepas masker. Anggota Koramil Pujer, Serda Syahpudin mengatakan, operasi tersebut dilakukan setiap malam. “Tapi tempatnya berbeda-beda,” terangnya. Selain itu, operasi tersebut dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menjaga diri dari virus Covid-19 yang masih belum punah di Bondowoso. Operasi yang dilakukan setiap malam itu juga dilakukan anggota Polres Bondowoso, TNI, dan satpol PP. “Biasanya lengkap sama BPBD dan tim kesehatan. Tapi, kalau malam tidak hadir. Mungkin ada halangan,” terangnya. Pendisiplinan pemakaian masker tersebut tidak hanya pada pembeli yang nongkrong. Tetapi juga dilakukan pemeriksaan pada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Alun-Alun Bondowoso. Terdapat sejumlah pemuda yang saat itu diinterogasi oleh petugas operasi gabungan tersebut. Di antaranya Ubaydillah, warga asal Desa Pekalangan, Kecamatan Tenggarang. Dirinya mengaku, saat berangkat lupa untuk membawa masker. “Lupa bawa masker,” ucapnya. mg5/c2/dwi
Bondowoso Antara Jatim - Kegiatan "Bondowoso Bersholawat" di Alun-alun Kota Bondowoso, Jawa Timur, Kamis malam dan berakhir hingga Jumat dini hari dimeriahkan dengan lambaian bendera merah putih yang dipegang oleh orang menghadiri kegiatan yang disi penampilan "Jam'iyah Sholawat Bhenning" dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kabupetan Situbondo, itu. Mereka tidak beranjak hingga acara berakhir dengan tausiah dan doa dari Pengasuh Ponpes Sukorejo KHR Ahmad Azaim melambai-lambaikan merah sebagai lambang cinta Tanah Air, acara itu juga diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya".Sebelum tausiah, jemaah dihibur dengan iringan selawat hadrah yang merdu oleh personel Jam'iyah Sholawat Bhenning serta adegan teater dengan lakon berjudul "Penguasa Dzolim Arya Kuwu".Penampilan teater asuhan Ustaz Zainul Walid itu menyedot perhatian penonton dengan pesan dakwah tentang pemilihan pemimpin di suatu negeri. Lakon itu mengisahkan Kadipaten Pajang yang akan memilih seorang pemimpin atau dua calon dengan karakter bertolak belakang dalam adegan itu. Tokoh pertama adalah Arya Kuwu yang berambisi untuk berkuasa dan tokoh kedua adalah Arya Damar dengan watak santri yang "tawaddhuk" atau patuh pada petuah ulama dan tidak mewujudkan ambisinya, Arya kuwu mendatangi seorang dukun Mbah Dawuh diperankan oleh Zainul Walid dengan membawa sepeti emas. Dia berjanji kalau menang dan dilantik menjadi adipati, akan menambah lagi satu peti emas untuk Mbah pemilihan adipati dimenangi oleh Arya Kuwu. Setelah dilantik menjadi adipati, Arya Kuwu menunjukkan watak aslinya yang serakah dan kejam. Ia menarik upeti dari rakyatnya yang sudah menderita. Ia membunuh rakyatnya yang menentang sisi lain, Mbah Dawuh berharap kiriman emas dari Arya Kuwu. Setelah ditagih, Arya Kuwu menolaknya. Mbah Dawuh marah dan meminta pertolongan harimau penguasa Pajang untuk membunuh Arya tampil di acara pengajian, kata Zainul Walid, lakon drama ini juga berbingkai dakwah. Pesan yang disampaikan dalam lakon ini adalah ajakan kepada masyarakat di suatu wilayah untuk menjaga kerukunan meski berbeda dalam pilihan politik."Karena kalau rakyat di suatu wilayah atau negeri tidak rukun, maka tunggulah kehancuran negeri itu," kata ustadz yang juga dikenal sebagai penyair dan dramawan itu, pesan dalam lakon itu adalah, kedzaliman akan hancur jika melawan kebenaran. Sebaliknya kebenaran akan menemukan kemenangannya pada suatu saat. Setelah kematian Arya Kuwu, ulama di Pajang berunding dan sepakat memilih Arya Damar sebagai adipati agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di negeri yang diwarnai permusuhan itu kemudian berakhir dengan ajakan ulama agar rakyat Kadipaten Pajang bersatu padu membangun negerinya. Panggung yang menghadap ke timur itu kemudian dimeriahkan kembali oleh alunan selawat dari kelompok "Sholawat Bhenning".Kiai Azaim yang juga cucu dari Pahlawan Nasional KHR As'ad Syamsul Arifin ini dalam ceramahnya mengingatkan jemaah tentang hadits Nabi Muhammad yang menyebutkan ada tujuh golongan umat yang kelak di Padang Mahsyar akan mendapatkan naungan dari dari golongan itu adalah orang yang saling mencintai karena Allah, kemudian berpisah juga karena Allah. Kiai Azaim menyebut bahwa para jemaah itu berkumpul karena Allah dan kemudian kembali ke rumahnya juga karena memenuhi kewajibannya masing-masing sebagaimana diperintahkan oleh Allah."Semoga kita semua menjadi bagian dari tujuh golongan yang kelak mendapat naungan dari Allah. Aamiinn," kata ulama muda kharismatik Bersholawat itu digelar oleh mahasiswi KKN Institut Agama Islam Ibrahimy IAII Sukorejo, Situbondo, bekerja sama dengan Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafiiyah IKSASS Rayon Bondowoso.*
alun alun bondowoso malam hari